Chile memastikan diri melangkah ke babak empat besar Copa America 2015 usai mengalahkan Uruguay dengan skor tipis 1-0 di babak perempatfinal.
Dalam pertandingan babak delapan besar yang dilangsungkan di Estadio Nacional, Santiago, Kamis (25/6/2015) pagi WIB tadi, Chile bermain sangat mendominasi di sepanjang pertandingan ini, dimana mereka bisa melepaskan 15 tendangan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan Uruguay dipaksa menahan serangan dan cuma bisa bikin dua kans yang bisa berujung gol.
Mauricio Isla tampil sebagai pahlawan kemenangan Chile berkat gol tunggalnya ke gawang Uruguay pada menit ke-81. Sementara Uruguay harus menuntaskan laga ini dengan bermain 9 orang pemain setelah Edinson Cavani dan Jorge Fucile diusir wasit keluar dari lapangan.
Atas kemenangan tipis ini membawa Chile tembus ke babak empat besar Copa America 2015. Di babak perempatfinal, mereka akan berhadapan antara Peru atau Bolivia.
Kronologi Laga
Kendati tampil lebih dominasi, tapi Uruguay terlebih dulu justru mendapatkan peluang bagus yang bisa menghasilkan gol kala pertandingan baru berlangsung tiga menit lewat aksi Diego Rolan. Namun sayangnya, tendangan kerasnya masih bisa ditepis dengan baik oleh kiper Chile Claudio Bravo.
Delapan menit berselang, gantian Chile yang memperoleh kans pertamanya kala Jose Valdivia menggiring bola sampai ke dalam kotak kemudian berhasil mengoceh bek lawan, kemudian melepaskan tendangan tapi masih melenceng.
Chile kembali menekan pertahanan Uruguay. Dengan kerja sama Arturo Vidal, Alexis Sanchez dan Valdivia bikin pertahanan Uruguay terengah-rengah untuk menahannya.
Kala laga memasuki menit ke-36, Vidal nyaris membawa Chile unggul andaikan Fernando Muslera gagal menghalau tendangan kerasnya. Bola rebound dan gagal dimaksimalkan para pemain Chile lainnya.
Sedangkan Uruguay sempat beberapa kali mengancam. Namun mereka terlihat sulit menembus dinding pertahanan CHile yang sangat rapat.
Kedudukan masih 0-0 bertahan sampai babak pertama selesai.
Memasuki babak kedua, Uruguay mencoba langsung tampil menyerang. Cavani pun kembali punya kans bagus di menit ke-51. Tapi sepakan voli striker Paris Saint-Germain itu masih melayang dari arah gawang.
Dua menit kemudian, Uruguay kembali mengancam. Kali ini kans didapatkan oleh Rolan. Namun tendangan yang dilepaskannya masih melebar.
Uruguay harus bermain dengan 10 orang pemain sejak menit ke-63 setelah Cavani menerima kartu kuning kedua setelah dinilai menampar Gonzalo Jara.
Dengan bermain 10 orang pemain, tidak bikin Uruguay harus bermain bertahan saja. Mereka justru dapat menyerang melalui aksi Carlos Sanchez pada menit ke-78. Tapi tendangan volinya dapat dihadang oleh Bravo.
Chile akhirnya bisa membuka keunggulannya pada menit ke-31 melalui Isla. Menyambut umpan dari Valdivia, Isla dengan dingin menaklukkan kiper Muslera. Skor kini 1-0 untuk keunggulan Chile.
Bukannya mengejar gol balasan, tapi Uruguay kembali kehilangan seorang pemain lagi pada menit ke-88 setelah Jorgen Fucile diusirnya oleh wasit lantaran melakukan pelanggaran terhadap Sanchez.
Chile yang unggul jumlah pemain pun terus mengurung pertahanan Uruguay demi mencari gol tambahan. Tapi hingga peluit panjang berbunyi, tak ada perubahan skor lagi. Dengan kemenangan 1-0 ini, maka Chile memastikan diri melaju ke babak empat besar Copa America 2015.
Di sisi lain, ada kabar tentang di skuad timnas Argentina.
Argentina dinilai bermain kurang oke di babak penyisihan grup Copa America 2015 sehingga mendapatkan kritikan dari media-media lainnya.
Dengan punya sejumlah pemain top, Tim Tango terlihat tidak mudah memenangi di tiga laga babak fase grup. Setelah diimbangi Paraguay 2-2 di pertandingan pertama penyisihan. Kemudian di laga keduanya, mereka hanya meraih kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay, lalu juga menang 1-0 atas Jamaika.
Kendati demikian, Argentina memastikan diri lolos dengan menjadi juara grup. Di babak delapan besar, mereka akan melawan Kolombia.
“Seperti yang diketahui semua orang, timnas Argentina memang banyak pemain bintang. Tapi bukan berati tim itu sudah tak dapat kalah lagi ketika bertemu lawan-lawannya di atas lapangan hijau,” ujar Di Maria.
“Jika para pemain tampil tidak menyatu juga sama saja akan sulit memenangi pertandingan. Ketika menghadapi Jamaika, memang semua orang menjagokan timnas Argentina akan menang telak. Tapi lawan kami itu bermain bertahan sangat baik dan membuat anda sulit menciptakan banyak kans,” jelasnya. (As)

