Bayer Leverkusen sudah mencapai kesepakatan dengan Manchester United terkait transfer Javier Hernandez Chicharito di menit-menit terakhir bursa transfer.
Pada musim lalu, Javier Hernandez bermain di Real Madrid dengan status dipinjamkan dari Manchester United. Bersama Los Blancos, dia gagal bersinar alias gagal menunjukkan performa terbaiknya di atas lapangan hijau dan pada musim panas ini dia kembali ke klub yang bermarkas di Old Trafford. Di pertandingan pamungkas The Red Devils, dia tidak bermain bagus bahkan gagal mengeksekutor sebuah tendangan penalti, sehingga membuat pelatih Manchester United Louis Van Gaal merasa kecewa dengan performa sang pemain.
Pada kemarin siang atau tepatnya pada hari Senin (31/8/2015), Javier Hernandez akhirnya dilepas United ke Leverkusen yang berminat mendapatkan tanda tangan striker asal Meksiko tersebut. Bersama klub yang bermarkas di BayArena, dia diberikan kontrak baru berdurasi tiga musim, yang artinya sang pemain akan bertahan di klub baru hingga tahun 2018 mendatang.
“Manchester United secara resmi mengumumkan sudah melepaskan Javier Hernandez ke Bayer Leverkusen di menit-menit terakhir bursa transfer musim panas ini. Semua orang yang ada di kubu United akan mendukung yang terbagus untuk si pemain dengan bermain di klub barunya,” tulis keterangan di website resmi Manchester United.
Selama memperkuat Setan Merah dimulai dari tahun 2010 lalu, Javier Hernandez sudah bermain sebanyak 157 laga di semua ajang yang dilewatinya dengan United dan mengoleksi 59 gol. Bahkan dia juga sempat mengantarkan United merengkuh dua trofi juara Liga Primer Inggris.
Chicharito bukan satu-satunya pemain yang pergi dari Setan Merah di hari terakhir bursa transfer tahun ini. Selain Chicharito, United juga melepaskan Adnan Januzaj ke Borussia Dortmund dengan berstatus pinjaman berdurasi satu musim.
“Saya merasa senang setelah resmi menjadi pemain Bayer Leverkusen. Saya berjanji akan bekerja keras dan berlatih keras demi bisa menunjukkan kualitas bermainku di atas lapangan hijau,” ucap Chicharito.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada Manchester United selama saya bermain di sana dan terima kasih juga kepada para pendukung di sana yang sudah setia memberikan dukungan kepada saya. Kendati saya bukan pemain United lagi, tapi saya akan tetap mendoakan mereka yang terbaik di masa depan,” sambungnya.
Di sisi lain, Manchester United dikabarkan tinggal selangkah lagi bakal memperoleh striker belia AS Monaco, Anthony Martial.
Berita itu diumumkan oleh Federasi Sepakbola Prancis (FFF), di mana kini Martial sedang dengan tim nasional Prancis menatap pertandingan persahabatan melawan Serbia dan Portugal.
Martial diperbolehkan pergi dari Clairefontaine, pusat latihan Tim Ayam Jantan, untuk berangkat ke Inggris demi menuntaskan kariernya sebagai pesepakbola profesional ke Manchester United.
“Anthony Martial datang ke Clairefontain pada kemarin siang untuk menjalani sesi latihan dengan timnas Prancis. Dia telah diperbolehkan pelatih Les Bleus untuk berangkat ke kota Manchester demi menandatangani kontrak baru yang diberikan dari pihak Manchester United,” tulis keterangan di website resmi FFF.
“Lantaran ada urusan penting, maka manajer mengizinkan keinginan Martial. Apalagi laga yang akan dijalani timnas Prancis tidak begitu krusial. Dan, sang pemain akan balik ke sini setelah selesai teken kontraknya.”
Untuk menggaet Martial, United dikabarkan mengeluarkan dana yang cukup besar yaitu, 36 juta poundsterling. Dengan harga segitu, maka membuat pemain muda berusia 19 tahun ini menjadi pemain belia termahal sekarang ini.
Pada awalnya, Martial merupakan pemain akademi Lyon dan bermain di posisi barisan depan. Bermain di klub utama di tahun 2012 dan cuma tampil tiga laga sebelum pada akhirnya hengkang ke AS Monaco di tahun 2013 lalu. Selama bermain di Monaco, performa Martial cukup oke, dimana dia berhasil mengoleksi 13 gol dalam 64 laga yang dilewatinya.
Dengan demikian, ini menjadi kesempatan besar untuk Martial bergabung dengan klub besar seperti Manchester United.
“Ya, saya rasa begitu. Saya masih muda dan saya harus bisa meningkatkan performaku. Saya juga harus berlatih keras supaya bisa mendapatkan waktu bermain lebih banyak di atas lapangan hijau. Manchester United adalah klub besar dan saya tak boleh membuat salah,” kata Martial. (As)

