Argentina bermain imbang 1-1 dengan Brasil di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires, dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018.
Dalam laga yang berlangsung di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Buenos Aires, Sabtu (14/11) pagi WIB tadi, Argentina yang tidak dibela Carlos Tevez, Lionel Messi dan Sergio Aguero bermain mendominasi di paruh perdana. Tim Tango memimpin terlebih dulu di menit ke-34 lewat aksi Ezequiel Lavezzi.
Gol diawali dari Angel di Maria yang menggiring bola dari tengah lapangan. Dia lalu memberikan operan jitu ke kanan, yang berhasil didapatkan Gonzalo Higuain. Nama terakhir yang disebutkan itu lalu memberikan operan silang. Lavezzi yang dijaga dua pemain lawan berhasil menyambut operan Higuain untuk mengalahkan penjaga gawang Brasil, Alisson.
Tertinggal satu gol, Brasil langsung meningkatkan serangannya dan terus menyerang. Tapi pertahanan Argentina yang sangat rapat membuat Selecao gagal mencetak gol. Hingga babak pertama selesai, skor tetap 1-0 bertahan untuk keunggulan Argentina yang sekaligus bertahan hingga turun minum.
Di paruh kedua, Brasil yang butuh gol balasan melakukan pergantian pemain dengan memainkan Douglas Costa dan menarik keluar Ricardo Oliviero dari lapangan. Hasilnya sangat positif, di mana Costa berperan dari lahirnya gol balasan Brasil yang diciptakan oleh Lucas Lima di menit ke-58.
Gol ini berawal Dani Alves memberikan operan lambung kepada Costa yang tanpa terkawal di kotak terlarang. Costa menerimanya dengan tandukan, namun bola mengenai mistar. Lucas Lima yang berdiri di posisi arahnya bola itu berhasil menyepak bola muntah dengan tendangan kaki kiri yang tidak dapat ditepis oleh kiper Argentina Sergio Romero. Skor berubah menjadi 1-1.
Setelah itu, kedua tim saling tekan menekan. Argentina dan Brasil sempat memiliki beberapa kans bagus, tapi tidak ada satu pun di antara kedua tim itu bisa memanfaatkan menjadi gol.
Di menit-menit akhir, pemain Brasil David Luiz menerima dua kartu kuning dari wasit karena melakukan pelanggaran terhadap Lucas Biglia.
Hingga peluit panjang berbunyi tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 1-1 untuk Brasil dan Argentina. Dari hasil akhir ini maka Argentina belum pernah menang dari tiga pertandingan di kualifikasi Piala Dunia 2018. Mereka kini berada di urutan kedelapan klasemen sementara dengan raihan dua angka. Sementara itu Brasil berada di peringkat kelima klasemen dengan koleksi empat angka.
Di laga lainnya dalam babak playoff Piala Eropa 2016, Bosnia dan Herzegovina tak bisa memaksimalkan keuntungan tampil di markas sendiri ketika menghadapi Republik Irlandia, usai bermain seri dengan skor akhir 1-1.
Dari laga yang digelar di Bilino Polje Stadium, Sabtu (14/11) dinihari WIB tadi, baik Bosnia maupun Irlandia sama-sama tampil menyerang, namun hingga paruh perdana selesai, tidak ada gol yang tercipta.
Statistik mencatatkan bahwa Bosnia bisa melepaskan 15 tembakan dengan 10 di antaranya yang mengarah ke gawang. Sedangkan Republik Irlandia hanya bisa melepaskan lima tendangan dan tiga yang mengarah ke sasaran.
Gol perdana dari laga tersebut diciptakan oleh Irlandia. Gol tersebut dilesakkan oleh Robert Brady.
Gol Brady tercipta ketika laga menginjak menit ke-82, melalui satu tendangan kaki kiri dari tengah kotak terlarang. Tendangan yang dilakukannya tepat ke sasaran untuk merobek jala Bosnia.
Akan tetapi, keunggulan Irlandia tidak bisa bertahan lama. Tiga menit setelah gol Brady, Bosnia bisa mencetak gol penyama kedudukan melalui aksi Edin Dzeko lewat tendangan kaki kanan dari jarak dekat. Skor sama kuat 1-1.
Setelah itu, Bosnia kembali menekan pertahanan Irlandia. Namun hingga peluit panjang ditiupkan wasit tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada gol tambahan tercipta lagi. Skor berakhir 1-1.
Dengan hasil seri ini, Bosnia harus menang jika ingin melaju ke putaran final EURO 2016 ke Prancis tahun depan. Sedangkan Irlandia hanya perlu bermain seri tanpa gol untuk memastikan diri melaju ke Piala Eropa. Pertandingan leg kedua akan dihelat di Aviva Stadium, Dublin, pada 16 November nanti.
Di bawah ini ada berita terbaru tentang kubu Barcelona.
Neymar tampil sebagai pahlawan dan sebagai pemain yang paling menonjol menyusul langkah bagus Barcelona. Namun kembali disebutkan kalau klub Catalans tidak hanya Neymar.
Sejak absennya Lionel Messi, Barcelona telah menjalani sebanyak sembilan laga. Mereka meraih kemenangan sebanyak tujuh kali, dengan rincian satu kali kalah dan satu kali bermain dengan hasil seri.
Neymar sebagai pemain yang sering mencetak gol dengan torehan sebanyak sembilan gol selama Messi menepi.
Pujian untuk striker asal Brasil itu pun langsung tiba. Dia digadang-gadang pantas untuk meraih gelar FIFA Ballon D’Or tahun ini.
Mengenai langkah bagus Los Cules, mantan kapten Barcelona, Xavi Hernandez, menyatakan dengan tegas kalau tim arahan Luis Enrique tidak hanya Neymar saja yang bermain bagus.
“Ini tidak hanya Neymar, masih banyak pemain Barcelona yang juga bermain bagus,” ujar Xavi.
“Luis Suarez juga tampil oke di barisan depan. Selain itu ada juga Sandro Ramirez dan Munir El Haddadi yang tampil cukup oke, di mana umpan-umpan mereka yang bisa memberikan rekannya untuk mencetak gol,” lanjutnya.
Sebagai tambahan berita yang menceritakan soal kubu Inter Milan.
Inter Milan belakangan ini dihubungkan bersama Andrea Pirlo. Pirlo diklaim bisa membantu La Beneamata meraih gelar juara Liga Italia musim ini.
Pirlo yang bermain di New York City FC telah berakhir. Dia yang tengah melakoni masa jeda ajang dikaitkan bersama beberapa tim lainnya.
Inter dan Manchester City dikabarkan ingin memakai jasa Pirlo selama MLS belum berjalan kembali.
Mantan manajer Nerazzurri yang pernah membesut Pirlo, Mircea Lucescu, optimistis kalau Inter akan memiliki peluang juara yang lebih oke jika ada kehadiran pemain berumur 36 tahun ini.
“Apakah Andrea Pirlo bisa membawa Inter Milan meraih gelar juara Serie A? tentu saja bisa. Kemampuan bermain dia tidak perlu diragukan lagi, dia bisa membuat performa tim menjadi lebih kuat dan lebih tangguh. Selain itu, dia juga bisa memberikan pengalaman bermainnya kepada para pemain muda. Saya sendiri sangat senang dapat membesut dia di Inter dan saya sangat yakin dia bisa membantu klub meraih kesuksesan,” yakin Lucescu. (As)

