Master Agen Betting – Bersama dengan Juventus pada musim ini, Carlos Tevez berhasil menampilkan karakternya sebagai momok menakutkan bagi pemain lini belakang lawannya. Kecuali di kompetisi Eropa tidaklah demikian.
Dari total 29 kali bertanding di Serie A pada musim ini, Tevez telah berhasil memberikan sebuah pembuktian bahwa dia adalah orang yang tidak bisa diremehkan di depan lapangan. Ketajamannya terebut terbukti secara statistik di mana untuk sementara waktu sudah ada 18 gol yang berhasil ia berikan untuk tim Juventus. Dengan angka sebesar itu, namanya kini menghiasi top skorer The Old Lady. Bukan cuma itu saja, bahkan kalau dilihat lebih luas lagi, jumlah gol tersebut rupanya masih belum ada yang bisa menandingi di Serie A. Master Agen Betting.
Namun demikian ketajaman tersebut seakan langsung sirna ketika kita berbicara lebih lanjut soal turnamen Liga yang berbasis di kawasan Eropa. Terlihat jelas dari apa yang terjadi kepadanya di kompetisi tersebut pada enam pertandingan terakhir bersama dengan Si Nyonya Tua. Dia satu kali pun tidak bisa membuat gawang lawannya terbobol, dan jelaslah itu sebuah hal yang benar-benar tidak berbanding lurus dengan apa yang ia lakukan di liga lokal.
Membahas soal keringnya gol di level Eropa, Tevez mengaku dia tidak begitu memusingkannya dan membiarkannya mengalir begitu saja tanpa perlu untuk melakukan sesuatu. Menurutnya begitu ia benar-benar 100 persen menyatu dengan gaya permainan klub barunya itu, dia akan segera bisa membuktikan semuanya. Jadi semuanya cuma mengenai permasalahan waktu saja.
“Tentu saja saya cuma bisa menenangkan diri melihat statistik seperti itu. Gol itu akan datang kepada saya dengan sendirinya cepat atau lambat. Saya memiliki keyakinan yang sangat besar di dalam diri saya bahwa saya memiliki potensi yang cukup besar bisa memberikan gol di turnamen tersebut.
Salah satu media berita terkenal di Italia mencatat juga kalau mantan pemain Manchester City tersebut terakhir kali berhasil mebuahkan angka di kompetisi Eropa adalah ketika ia bermain bersama dengan Manchester United di Liga Primer. Setelah itu belum pernah ada lagi. Bisakah ia melakukannya bersama dengan Bianconerri?
Masih di Serie A, kali ini kita berbicara soal AS Roma. Kita semua mengetahui kalau posisi tim yang terletak di ibu kota tersebut memiliki jarak yang cukup jauh dari Juve. Akan tetapi masih ada rasa optimis yang tersisa di dalam hati Herzegovina, salah satu pinggawa i Lupi.
Pria yang lahir di Bosnia tersebut mengungkapkan mengenai persoalan tersebut menjelang pertandingannya kontra Sassuolo yang akan dilangsungkan tidak lama lagi.
“Pada pertandingan malam ini, ada 2 klub sepak bola di Italia yang harus berhati-hati terhadap kami. Yang pertama adalah Napoli kemudian Juventus. Kami berusaha untuk meraih 3 poin dan mendekatkan diri kami kepada mereka.” terang Herzegovina kepada sang jurnalis.
“Namun saya tidak bisa berkata lebih banyak lagi sebelum kami membungkam Sassuolo. Karena di dalam sepak bola, mulut yang berbicara tidak akan begitu banyak berarti. Dalam dunia kulit bundar, yang amat dipentingkan adalah klasemen, karena hasil itulah yang dilihat oleh dunia. Bukan bagaimana kita berbicara setelah mengalami kekalahan atau kemenangan.” sambung pernyataannya.
Ditanya soal kans untuk memangkas jarak dengan Juventus, dia terlihat cukup optimis bisa melakukannya bersama dengan serigala ibu kota.
“Tentu saja rasa percaya diri itu masih mengalir di dalam darah kami. Semenjak awal, kami membuat start yang amat bagus dan menjadi tim penantang juara yang cukup diperhitungkan. Bahkan sampai dengan detik ini, hal itu masih saja berlaku dan belum hilang. Kami cuma bisa mengultimatum kepada para kompetitor kami untuk berhati-hati terhadap kejaran kami, dan jangan sampai blunder.” terangnya.
Dan benar saja ternyata omongannya terbukti. Mereka sukses membungkam lawannya tersebut dengan skor tanpa balas 0-2. Sekarang jarak yang terbentang antara mereka dengan si pemuncak klasemen tinggal 11 poin. Secara matematis, mereka masih bisa juara apa bila dihitung totalan poin dengan sisa pekan yang ada menuju akhir musim. Yang menjadi pertanyaan adalah cukup beruntungkah mereka pada musim ini untuk menunggu Juve mendapatkan blunder?

