Inter Milan gagal lolos setelah dikalahkan Napoli di babak delapan besar Coppa Italia. Pelatih Nerazzurri Roberto Mancini pun marah besar terhadapĀ anak asuhnya.
Inter Milan menelan kekalahan 0-1 dari Napoli di babak perempatfinal Coppa Italia yang dilangsungkan di San Paolo pada hari Kamis (5/2/2015) dinihari WIB. Kegagalan Nerazzurri lolos disebabkan oleh gol tunggal Gonzalo Higuain di masa injury time.
Untuk La Beneamata, kekalahan ini memperpanjang catatan tren negatif mereka, dimana mereka selalu meraih hasil negatif di tiga pertandingan pamungkas. Inter sebelumnya ditaklukkan Torino dan juga ditekuk Sassuolo di kompetisi Liga Italia.
“Saya tidak ingin berkata banyak lagi tentang hasil-hasil akhir yang didapatkan Inter Milan,” marah Mancini.
“Yang paling membuat saya marah adalah dimana gawang kami kebobolan di masa injury time. Padahal laga sebetulnya telah akan berakhir, tapi para pemain kami lengah di menit-menit akhir itu. Benar-benar kecewa dengan permainan tim,” lanjutnya.
“Hingga kala itu sebetulnya kami bermain cukup bagus. Namun kami harus bisa menciptakan gol dan tak kemasukan. Tapi pada akhirnya malah gawang kami kemasukan,” katanya menambahkan.
Gol ke gawang Inter Milan berawal dari sebuah lemparan oleh Faouzi Ghoulam. Pemain Inter Milan Andrea Ranocchia gagal merebut bola lemparan Ghoulam, yang lantas disambut oleh Higuain di dalam kotak terlarang. Striker asal Argentina itu dengan dingin mengalahkan penjaga gawang Juan Pablo Carrizo.
“Kemasukan gol seperti ini bisa dikatakan sangat lucu. Masa dari lemparan bola, anda bisa gagal menjangkaunya atau menjaga lawan-lawan anda. Sungguh aneh dan ini benar-benar membuat saya kecewa berat terhadap gaya permainan para pemain kami,” ucap Mancini lagi.
“Saya akui bahwa Gonzalo Higuain memang sangat cerdik dan sangat berpengalaman. Lantaran dia sangat menguasai arah datangnya bola dan bisa memanfaatkan kans yang ada menjadi gol. Saya pikir para pemain kami yang bermain di posisi barisan depan atau disebut striker harus belajar kesalahan masing-masing untuk menjadi lebih baik atau bermain seperti pemain-pemain lainnya yang sangat kreatif di lapangan.” (As)

