Agen Taruhan Bola – Ray Wilkins menilai kalau Torres mungkin tidak akan mendapatkan ketajamannya apa bila terus bermain bersama dengan Chelsea di sepanjang karirnya.
Pria yang berasla dari Spanyol tersebut mengalami kesulitan dalam hal mencetakkan angka semenjak dibeli oleh Chelsea dari klub Liverpool pada musim panas 2010. Semenjak bermain membela Stamford Bridge dia terlihat tidak sanggup untuk membuahkan gol. Bersama dengan klub yang berjulukan Si Biru ini, dia gagal untuk membuktikan kalau ia adalah pemain yang tajam seperti yang ia lakukan ketika berada di Anfield sebelumnya.
Secara statistik, kita dapat melihat bahwa posisinya sebagai seorang striker kurang menunjukkan kalau ia adalah seorang striker. Sebabnya pada periode musim ini ia baru sanggup mengkontribusikan 9 gol saja pada seluruh ajang. Dia juga menampilkan gaya sepak bola yang kurang mengancam kala Paris Saint Germain mengalahkan Si Biru kemarin pada tanggal 3 Maret 2014 dini hari tadi. Untuk catatan saja, dia masuk ke lapangan pada menit kelimapuluhsembilan untuk menjadi pemain substitusi.
Dalam 30 menit permainannya di atas lapangan, Torres mendapatkan ukuran nilai hnaya 6,00 saja. Itu adalah nilai yang terendah dari para pemain Chelsea lainnya setelah John Terry dan Petr Cech.
Setelah pertandingan selesai, pelatih The Blues yang tidak lain tidak bukan adalah Jose Mourinho terlihat kurang begitu bersemangat dan dia pun sepertinya naik pitam terhadap kinerja yang ditunjukkan oleh para penyerangnya pada hari itu Seperti yang kita telah ketahui sebelumnya, kontrak Torres bersama dengan klub menyisakan waktu tinggal 2 tahun lagi. Mungkinkah ia akan mendapatkan kontrak perpanjangan? Tetapi melihat performa yang sekarang ini sedang dialaminya, bukan tidak mungkin dirinya akan dijualkan kepada klub lain pada bursa transfer musim panas kali ini.
“Gaya bermain yang ia miliki tidak begitu cocok apa bila diaplikasikan kepada rencana permainan kami. Maka dari itu, saya merasa kalau ia lebih cocok bermain bersama dengan klub lain saja,” terang Wilkins sebagai Direktur Olahraga klub.
“Di Liverpool, dia didukung oleh banyak pemain support di belakangnya, sedangkan di Chelsea ia harus bekerja sendiri, dan itulah yang menjadi kesulitannya tersendiri ketika memilih untuk bergabung untuk bermain di bawah klub yang dimiliki oleh Roman Abramovich tersebut.” tuntasnya. (RB)

