Agen Tangkas Terpercaya – Usai mencatatkan 9 kemenangan berentetan, Liverpool sekarang ini melangsungkan pergelutannya dengan City. Rodgers berharap agar mental para pasukannya tetap terjaga.
Di liga domestik, 9 kemenangan secara berturut-turut berhasil dibuat oleh Liverpool. Catatan tersebut mereka dapatkan setelah berhasil menundukkan West Ham United dengan skor tipis 2-1 beberapa saat yang lalu. Rekor tersebut sekaligus menambahkan catatan tren positif yang telah mereka kumpulkan semenjak pergelutan mereka di awal tahun ini dimulai.
Bahkan karena hal ini, para pasukan Anfield Gank pun masuk ke dalam salah satu favorit untuk memenangkan gelar liga pada musim ini. Sekarang ini nama mereka berada pada posisi teratas pada papan klasemen sementara dengan total poin terkoleksi sebanyak 74 poin. Mereka memiliki kelebihan poin dari Chelsea sebanyak 2 angka. Sedangkan berbanding dengan City mereka memiliki seliish sebesar 4 angka tapi perlu juga untuk diketahui kalau tim yang bermukim di Etihad Stadium tersebut memiliki keunggulan dalam hal laga cadangan sebanyak 2 kali.
Pada akhir pekan mendatang, City bakalan menjadi lawan mereka sesuai dengan yang tertulis dalam agenda mereka. Sehubungan dengan hal tersebut, maka mereka pun wajib menang dari tim Manuel Pellegrini tersebut karena dengan begitu, maka mereka bisa memperkecil peluang terkejarnya mereka di akhir musim terkait laga sisa yang baru saja dibahas tadi oleh agen kami. Khusus untuk pertandingan tersebut, Brendan Rodgers sebagai manajer dari Anfield berharap agar seluruh pasukannya bisa berekspresi di atas lapangan tanpa ada tekanan sedikit pun guna mendongkrak rasa percaya diri dan justru memberikan tekanan kepada Vincent Kompany cs.
“Di dalam formasi yang saya rancang, saya selalu menambahkan kepada mereka untuk tidak takut terhadap siapa saja yang mereka lawan. Itu adalah sebuah hal yang menjadi mutiara di dalam permainan kami. Dengan berdasarkan kunci mentalitas, maka anda akan tampil lebih mendominasi dibandingkan dengan lawan anda. Mereka harus bisa berekspresi dengan luwes sehingga permainan mereka pun tidak tertutup oleh atmosfer di lapangan.” penjelasan dari Rodgers.
“Tentu saja para pemain muda kami adalah sebuah bagian dari kunci permainan. Mereka biasanya lebih aktif dan ingin menonjol dan membuktikan diri. Dengan begitu maka sepak bola kami akan terasa lebih nikmat dan tidak kaku serta memberikan daya eksplosif. Yang paling krusial adalah bagaimana cara mereka untuk fokus sepenuhnya kepada bola dan rekan kerja mereka di atas lapangan. Mereka harus bisa saling terhubung satu sama lain supaya terciptalah harmonisasi permainan.” terangnya menjelaskan situasi yang mungkin akan mereka hadapi ketika berhadapan dengan Manchester City nanti.
Selain membicarakan soal pertandingan yang akan datang, Rodgers juga sekaligus diwawancara soal pertandingan yang baru saja terjadi antara mereka dengan West Ham United malam kemarin. Terlihat bahwa beberapa kali hakim lapangan membuat beberapa keputusan yang cukup kontroversi yang menguntungkan Liverpool. Namun demikian dilihat dari sisi mana pun, Rodgers tetap berpendapat kalau kinerja anak asuhannya lebih baik dibandingkan dengan tim yang berjulukan The Hammers tersebut.
Dalam laga yang dilangsungkan di Upton Park (markas West Ham) itu, Liverpool berhasil menang dengan skor 2-1. Mereka berhasil membuat 2 gol tersebut via sang kapten Steven Gerrard yang sukses mengeksekusi tendangan titik putih sebanyak 2 kali hasil pemberian dari wasit.
Hadiah penalti yang pertama kali memang tertangkap jelas oleh kamera bahwa bola mengenai tangan dari salah satu punggawa West Ham. Namun demikian yang kedua kali mengundang urat leher harus mengeras di antara kedua kubu. Tim tuan rumah beranggapan kalau pelanggaran itu tidak patut untuk diberikan tendangan penalti. Hal ini melibatkan Adrian dari kubu Liverpool yang mengasari Jon Flanagan.
Bukan hanya masalah itu saja yang mengundang perdebatan. Akan tetapi gol yang dibuat oleh West Ham juga dikatakan membuat orang harus bertanya-tanya kepada sang wasit bahwa gol tersebut tidak sah. Mengapa? Karena Andy Carroll dianggap melakukan pergerakan yang illegal dengan melakukan kekerasan terhadap Simon Mignolet sang kiper, sehingga membuat bola terlepas dari genggaman si penjaga gawang tersebut, yang mana kemudian langsung ditindaklanjuti oleh Demel yang secara spontan memasukkan bola ke gawang lawannya itu.
Nah, bagaimana Rodgers menyikapi komentar-komentar yang diberikan media tersebut?
“Well, saya mungkin tidak akan menyalahkan perkataan banyak orang bahwa wasit tidak melakukan tugasnya dengan baik kali ini. Mungkin mereka memang tidak salah ngomong. Namun terlepas dari bagaimanapun dan apa pun yang dikatakan orang orang yang kontra terhadap kemenangan kami, Liverpool tetaplah telah memainkan formasi emas yang membuat mereka tidak berkuti sehingga harus melakukan kekerasan seperti itu dan berbuah kepada hadiah penalti untuk kami.” terang Rodgers.
“Sedangkan penalti yang kedua itu adalah jelas sebuah pelanggaran dan tidak ada yang perlu dipertanyakan apa bila wasit kemudian memutuskan untuk menunjuk titik putih.” sambungnya.
Beda Rodgers, beda lagi Gerrard. Meskipun sang pelatih mengungkapkan kalau formasi yang mereka pakai benar-benar telah meluluhlantakkan lawannya tetapi menurut Gerrard kemenangan tersebut mereka dapatkan dengan susah payah dan keringat bercucuran.
Secara statistik posesi bola memang menjadi kemenangan bagi The Reds, lantaran mereka punya rasio 64 : 36. Dengan gaya bermain yang terbilang sangat ofensif, West Ham memang terlihat melakukan pertahanan dengan pekat di bagian belakang lapangan mereka. Mereka berfokus sepenuhnya untuk bertahan.
“Brendan berkata kepada kami pada saat jeda turun minum bahwa kami tidak bisa berhenti untuk melakukan penyerangan, sebabnya skor 1-1 ini tidak akan berubah kalau kami bermain biasa-biasa saja. Oleh karena itu kami pun tak ragu untuk menekan mereka sampai ke bagian dalam pertahanan mereka. Semuanya berlangsung dengan begitu intens. Bek mereka bersusah payah menahan kami untuk tidak masuk ke dalam area kotak penalti. Wajarlah kalau bentrokan terjadi, dan mereka melakukan pelanggaran sebab terlalu bersemangat untuk menjegal kami.” terang Gerrard.
“Punggawa lawan telah bermain dengan sangat baik. Sayangnya keberuntungan tidak berpiha kepada mereka, sedangkan kepada kami. Pertandingan ini membuat kami tambah respek terhadap mereka. Dengan tiga poin ini kami akan lebih bersemangat untuk mengusung misi kami memenangkan Liga Primer musim ini.” ujarnya menutup wawancara. (RB)

